Rapat Pencairan Dana BPM 2019


PAMEKASAN -tanggal 8 April 2019 betepat di Kelurahan Nylabu Daya, Kabupaten Pamekasan telah dilaksanakan Rapat Persiapan Pencairan Dana BPM 2019 dihadiri oleh BKM dan KSM. Adapun rapat yang dilaksanakan malam hari itu membahas sejumlah hal untuk dijelaskan kepada BKM dan KSM.
Musfar Aries Eka S, S.TP, selaku Asisten Kota (Askot) Mandiri Kotaku Pamekasan bilang bahwa penjelasan tugas dan fungsi KSM agar dapat terlaksana dengan baik supaya program kerja tercapai efektif.

Rapat ini dipimpin oleh Moh. Hanafi, selaku Fasilitator Tekhnik menjelaskan dan mensosialisasikan dengan baik perihal Pencairan Dana BPM 2019. Diantaranya adalah sosialisasi pra design before dan after lokasi BPM 2019. Antusias masyarakat sangat tinggi untuk menggalang swadaya, misalnya dengan adanya penerangan lampu dimana listriknya disambungkan dari rumah masyarakat. Selanjutnya, bimbingan teknis penjelasan penyusunan proposal kepada KSM supaya dapat selaras. Kendala apa yang dialami KSM selama penyusunan proposal dibahas tuntas hingga masyarakat paham.

Setelah pertemuan ini diharapkan, rencana sosialisasi tingkat basis, penggalangan dana swadaya dan kesanggupan hibah lahan dari warga benar-benar diterima dengan baik dan dapat dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan bersama supaya dapat meminimalisir kekurangan pada tahun-tahun sebelumnya.

Ayo menjadi pribadi bijak, dukung #kotatanpakumuh melalui #kotakupamekasan

SERAH TERIMA KEGIATAN BANTUAN PEMERINTAH UNTUK MASYARAKAT (BPM) DESA NYALABU DAYA, KABUPATEN PAMEKASAN TAHUN 2019


DESA NYALABU DAYA – Hari ini, Kamis tanggal 21 November 2019, KOTAKU Kabupaten Pamekasan melaksanakan Kegiatan Serah Terima kegiatan Bantuan untuk Masyarakat (BPM) Tahun 2019 di Desa Nyalabu Daya, serah terima dilakukan dari KSM ke BKM, BKM ke Satker KOTAKU mewakili Pemerintah, dari Satker ke Kepala  Desa (Pemerintahan Desa) dan dari Kepala Desa ke KPP (Kelompok pemanfaat dan pemelihara) yang dihadiri oleh Koordinator Kota Surabaya. Acara ini dimulai sejak jam 09.00 WIB pagi hingga jam 12.00 WIB. Meskipun cuaca saat itu cukup panas, Alhamdulillah acara dapat berjalan dengan baik dan lancar.


Dana BPM KOTAKU tahun 2019 yang masuk ke Desa  Nyalabu Daya  sebesar Rp. 1.000.000.000 (1 Milyar Rupiah), dana ini merupakan  dana bantuan tindaklanjut dari kegiatan KOTAKU tahun 2018, yang bertujuan menyelesaikan sisa luasan kumuh yang ada di Kabupaten Pamekasan secara khusus di desa Nyalabu daya sebesar 10,91 Ha. Sehingga Insha Allah bisa dipastikan pada akhir tahun 2019 ini, luasan kumuh yang ada di Kabupaten Pamekasan secara Khusus desa Nyalabu daya akan 0 Ha.
 
Pada bulan November 2019 ini, Alhamdulillkah pekerjaan fisik yang dilaksanakan oleh KSM telah rampung diselesaikan, dan sesuai dengan tahapan proses pekerjaan dilakukan serah terima pekerjaan Kegiatan BPM 2019. Acara tersebut dibuka oleh perwakilan dari Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), Bapak Agus sebagai pembawa acara. Dan sambutan pagi itu dilakukan oleh Kepala Desa Nyalabu Daya, Koordinator Kota Surabaya dan Asisten Mandiri Pamekasan.
 
Sambutan dari Bapak Muhammad Juhri, S.Pd sebagai Kepala Desa Nyalabu Daya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dan mendukung pelaksanaan Program KOTAKU dalam BPM di Desa Nyalabu Daya tahun anggaran 2019. Beliau juga menyampaikan bahwa dengan terpilihnya Desa Nyalabu Daya yang mendapat BPM sangat terbantu sekali dalam pembangunan fisik seperti perbaikan saluran sehingga di lokasi tersebut tidak lagi terjadi banjir, lokasi kami menjadi lebih bersih dan tertata rapi. Yang sangat bermanfaat juga adalah dengan dibangunnya Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK) umum, ini sangat membantu kepada beberapa warga yg sampai saat ini mash belum punya WC.

KEGIATAN EXHIBITION PROGRAM KOTAKU KABUPATEN PAMEKASAN TAHUN 2019


PAMEKASAN – Pada tanggal 26 Oktober 2019, telah diadakan Kegiatan Pameran Exhibition Program KOTAKU Kabupaten Pamekasan tahun 2019, yang diselenggarakan oleh Program KOTAKU Kabupaten Pamekasan, bekerjasama dengan Panitia Pameran Hari Jadi Kabupaten Pamekasan yang Ke 489 dalam acara Seminar Internasional “The Journey of Batik Pamekasan Goes to International”, yang berlokasi di Pendopo Mandhapa Aghung Ronggosukowati Pamekasan Pamekasan. Acara tersebut terbagi menjadi 2 event, yang pertama Event Seminar Internasional & Pameran produk unggulan oleh berbagai UKM yang ada di pamekasan .

Untuk acara Seminar Internasional “The Journey of Batik Pamekasan Goes to International” dihadiri oleh 200 orang dari Undangan Stakeholder seluruh madura, Akademisi, Praktisi, Tokoh, Pengusaha UMKM dengan Narasumber Kedubes RI Tanzania, Prof. Linawati Hardjito dari IPB, Bukalapak dan Dirjen Pengembangan Eksport Nasional.  Acara pameran produk unggulan di ikuti oleh stand batik (pengusaha & pedagang batik), stand Bukalapak, Stand PT. Pojur (PMU), stand KOTAKU (Produk unggulan dari dampingan KOTAKU), stand pengusaha jamu “Potre Koneng”, stand Produk unggulan pertanian dan stand Produk unggulan perikanan. Salah satu tujuan seminar dan pameran produk unggulan yaitu untuk mendongkrak pengusaha kecil (mikro) dan menengah (UMKM) agar mampu menembus pangsa pasar dunia.

Kegiatan Pameran Exhibition Program KOTAKU Kabupaten Pamekasan tahun 2019 bertujuan untuk memperkenalkan dan membantu memasarkan produk-produk unggulan hasil kerajinan, ketrampilan dan kuliner dari masyarakat desa/kelurahan daerah dampingan KOTAKU Pamekasan. Selain itu juga Tim KOTAKU Pamekasan melakukan sosialisasi secara khusus kepada peserta seminar internasional dan secara umum adalah semua masyarakat yang hadir pada acara tersebut.
 
Atas dasar pemikiran tersebut, KOTAKU Kabupaten Pamekasan menyelenggarakan kegiatan Exhibition Program KOTAKU berupa pembagian secara gratis media sosialisasi yaitu berupa Boklet profile Kabupaten, Sticker, PIN/ Gantungan kunci, Mug Gelas & Kalender KOTAKU di area sekitar pelaksanaan kegiatan Exhibition Program KOTAKU tingkat Kabupaten tahun 2019.

Pada  pukul 09.00 WIB Acara Pembukaan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin langsung oleh pembawa acara. Selanjutnya sambutan secara langsung oleh Bupati Pamekasan Bapak Badrut Tamam, S.Psi yang sekaligus membuka acara acara Seminar Internasional “The Journey of Batik Pamekasan Goes to International”. Di sela-sela acara sebelum di mulai sudah banyak para stakeholder Kabupaten Pamekasan juga semadura serta para undangan yang masuk ke stand Pameran Exhibition KOTAKU Pamekasan 2019 untuk melihat semua produk-produk unggulan yang di pajang sekaligus belanja dan Tim KOTAKU Pamekasan dan memberikan souvenir gratis kepada semua pengunjung stand Pameran.

Selain memberikan souvenir kepada pengunjung, tim KOTAKU memberikan sosialisasi & penjelasan kepada pengunjung tentang produk unggulan dampingan KOTAKU dan memberikan penjelasan tentang kegiatan KOTAKU di Kabupaten Pamekasan.
 
Di saat Pameran telah di buka untuk umum kondisi pengunjung semakin semarak dan banyak yang masuk, pengunjung yang hadir antara lain dari Pokja PKP, OPD, FKA BKM, Camat, Lurah, Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat. Para pengunjung merespon langsung apa yang di pasarkan dan yang di sosialisasikan oleh Tim KOTAKU Pamekasan. Kami berharap dengan adanya acara ini adalah dapat menunjang keberhasilan Program KOTAKU yang sudah berjalan di Kabupaten Pamekasan sejak tahun 2005 sampai saat ini.

KAMPUNGKU JADI CANTIK



PAMEKASAN, NYALABU DAYA – Pada tahun 2019 Desa Nyalabu Daya kembali mendapatkan bantuan BPM KOTAKU, kegiatan ini adalah tindak lanjut dari kegiatan dari BDI pada tahun 2018, dimana target penanganan kumuh nya di Desa Nyalabu daya bisa tuntas/ 0 Ha pada tahun ini. Kegiatan BPM pada tahun terdiri dari kegiatan Pembangunan paving, pembangunan saluran drainase, tutup plat beton, plengsengan jalan, pengadaan gerobak sampah & pembagunan MCK. 

Salah satu kegiatan yang menarik bagi warga adalah kegiatan pembangunan jalan paving & saluran drainase yang berlokasi di RT.04 RW.02 di sekitar rumahnya Bapak Muhsin. Kegiatan ini menelan biaya total dana sebesar Rp44.880.000 dengan alokasi dana BPM KOTAKU sebesar Rp36.830.000 dan dana swadaya masyarakat sebesar Rp8.050.000. Volume pembangunan Paving sepanjang 63 meter & saluran drainase sepanjang 74 meter. Pemanfaat langsung yang ada di lokasi sebanyak 12 KK, dengan pelaksana kegiatan adalah KSM Melati yang di ketuai oleh Bapak Sarito.

Salah satu alasan kenapa Lokasi ini dibangun adalah kondisinya jalannya masih tanah, pada saat musim hujan, jalan tesebut becek sekali dan banyak genangan air, kondisi ini mengganggu aktifitas warga yang melewat jalan tersebut, karena desakan kebutuhan, maka warga di daerah itu melakukan musyawarah untuk mengusulkan bantuan kepada BKM. Warga masyarakat sangat antusias sekali dengan adanya kegiatan tersebut, pada saat pelaksanaan pekerjaan mereka (warga masyarakat)  memberikan swadaya berupa konsumsi (kopi), tenaga kerja (Tukang & pekerja) dan bahan material (pasir urug).

Adanya kegiatan pembangunan paving dan saluran drainase sangat membantu kepada penduduk sekitar, karena pada hari ini jalan tersebut banyak dilalui oleh warga, tidak hanya oleh warga RT.04 RW.02 tetapi warga sekitarnya, karena jalan tersebut menghubungkan akses menuju wilayah RT lain. Salah satu bentuk Syukur kepada Allah, maka warga masyarakat melaksanakan komitmen untuk melakukan pemeliharaan pekerjaan secara mandiri bersama sama dengan petugas  KPP yang sudah dibentuk.

Keberhasilan Dalam Kelompok Sangat Ditentukan Oleh Kebersamaan Dan Kekompakan

Pamekasan – BKM “Hidayah” merupakan BKM yang terletak di Kelurahan Patemon  Kec. Pamekasan Kab. Pamekasan. “BKM Hidayah” merupakan lembaga yang representatif di Kelurahan Patemon yang dilengkapi dengan Unit Pengelola (UP)  yang siap melaksanakan fungsi dan tugas-tugas yang telah menjadi amanah bagi BKM. UP tersebut terdiri dari 3 UP sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Salah satunya adalah Unit Pengelola Keuangan (UPK). UPK sebagaimana telah diketahui bersama bertugas dalam pengelolaan keuangan BKM khususnya Pinjaman Dana Bergulir.

Pengelolaan Ekonomi bergulir di Kelurahan Patemon berjalan  dengan baik. Tingkat pengembalian pinjaman / Repayment Rate terbilang sangat Memuaskan. Mulai bulan Januari s/d Agustus 2019 tingkat pengembalian UPK Kelurahan Patemon adalah 100%. Dilihat dari kinerja RLF (LAR,PAR,ROI dan CCr) pada bulan Agustus 2019 menunjukkan kinerja yang sangat baik, keempat indikator tersebut mencapai kinerja “Memuaskan”. Kondisi ini terjadi karena anggota PK BKM & petugas UPK BKM Hidayah sering melakukan kunjungan pembinaan kepada KSM-KSM yang ada, sehingga hubungan antara KSM & BKM sangat dekat dan harmonis. Apabila ada salah satu KSM yg telat dalam pembayaran angsuran, maka petugas UPK & salah satu anggota PK BKM langsung berkunjung ke KSM itu, bertanya tentang kendala kenapa terlambat membayar.

Proses pemberian pinjaman kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku di Program KOTAKU. Masyarakat Kelurahan Patemon sangat mengetahui dan taat akan prosedur dalam pemberian  pinjaman dana bergulir yang dikelola UPK BKM “Hidayah” tersebut. Disamping itu KSM/pemanfaat pinjaman dana bergulir di Kelurahan Patemon sangat mengedepankan kekompakan dan kebersamaan dalam suatu kelompok. Sebagai contoh yang terjadi pada KSM “Anggrek 28”.

Anggota KSM tersebut sangat mengedepankan kekompakan baik dalam keberlangsungan  usaha, pemecahan masalah dalam anggota terkait dengan pinjaman bergulir, bahkan masalah lain dalam keghidupan sehari-hari. Kekompakan tersebut ia kedepankan guna tercapainya suatu keberhasilan yang telah menjadi tujuan bersama dalam kelompok. KSM “Anggrek 28” merupakan KSM yang tergolong unik, disamping anggota KSMnya banyak perempuan, masing-masing anggotanya merupakan tetangga dekat, ditambah lagi usaha yang dimiliki anggota KSM tersebut tidak ada kesamaan antara satu dengan lainnya (aneka usaha) seperti penjual nasi, pracangan, jasa & kerajinan rumah tangga. Namun meski demikian kebersamaan dan kekompakan dalam kelompok tetap terjalin dengan baik.

KSM “Anggrek 28” adalah KSM lama yang tergolong lancar dalam pengembaliannya, pinjaman awalnya hanya berkisar Rp. 500.000 per orang, tetapi karena lancar dan tepat waktu dalam mengangsur maka UPK langsung memberikan pinjaman lagi kepada KSM tersebut atas pengajuan pinjaman yang ketiga. Pemberian pinjaman kembali kepada KSM “Anggrek 28” tepat pada tanggal 20 April 2019 yang dialokasikan dari dana BLM turunan sebesar Rp.20.500.000,- untuk 7 orang anggota KSM. Pemberian pinjaman tersebut ditujukan agar usaha KSM” Anggrek 28” dapat berkembang Lebih bagus dan dapat memberikan manfaat lebih baik terhadap keberlangsungan hidup keluarga dan anggotanya.

Harapan besar dari anggota KSM agar supaya kedepan setelah melunasi pinjaman untuk dapatnya pinjaman kembali yang lebih besar guna untuk meningkatkan usahanya. Menurut Ibu Eka (Ketua KSM).

“Pinjaman Dana Bergulir ini merupakan satu-satunya tumpuan kami untuk meningkatkan usaha kami, karena proses pemberian pinjamannya sangat mudah, tidak ada agunan, dan juga jasa pinjamannya yang sangat terjangkau bagi kami. Maka dari itu kami sangat berterimakasih kepada KOTAKU dengan programnya yang sangat membantu kami (Masyaarakat Berpenghasilan Rendah)”.

Informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi :
BKM Makmur Hidayah, Kelurahan Patemon
Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan
Contact Person :
Moh. Raji (BKM) HP: 085230314259
Sundari                                    HP: 085231507575
Hari, S.E. (Faskel Ekonomi)      HP: 081939326309

Pelatihan KSM Pelaksana Pembangunan sebagai Media Memampukan KSM Mengelola BPM Secara Profesiaonal

PAMEKASAN – Kamis, 2 Mei 2019
Pengembangan kapasitas untuk pemerintah daerah dan masyarakat termasuk dukungan untuk perencanaan penanganan permukiman kumuh yang terintegrasi merupakan salah satu komponen program KOTAKU dalam rangka mencapai tujuan program KOTAKU. Kegiatan Pengembangan Kapasitas Pemda dan masyarakat dilakukan baik secara mandiri ataupun dibiayai dari sumber lain termasuk dibiayai dana PKM 2019. Tahun 2019 ini Desa Nyalabu Daya Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan menjadi satu-satunya penerima Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) 2019 dari semua lokasi KOTAKU di Pamekasan umumnya di wilayah Madura. BPM 2019 ini sebagai bagian intervensi program KOTAKU di Desa Nyalabu Daya mengentaskan masalah kumuh seluas 10.41 Ha menjadi 0 Ha.

Salah satu pelaku yang wajib dioptimalkan kapasitasnya Kelompok Swadaya Masyarakat yang punya peran penting sebagai pelaksana pemanfaatan BPM 2019. KSM dituntut mampu menyusun proposal rencana pelaksanaan kegiatan sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam POS penyelenggaraan Infrastruktur skala lingkungan 2019, diantaranya menyusun rencana kerja, rencana pengadaan bahan/alat, rencana tenaga kerja dalam membangun prasarana         berkualitas baik, tepat waktu, tepat biaya, dan tertib administrasi sesuai ketentuan termasuk mendorong swadaya dan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan.

Pelatihan KSM pelaksana Pembangunan di Desa Nyalabu Daya dilaksanakan mulai tanggal 2 Mei 2019 sampai 3 Mei 2019 diikuti oleh 2 KSM BPM 2019 yaitu KSM Melati dan KSM Mawar. Kegiata ini dilaksanakan di Balai Desa Nyalabu Daya dimulai pukul 14.00-21.30. Kegiatan Pelatihan KSM Pelaksana Pembangunan ini secara khusus supaya KSM :
1)   Mengetahui dan memahami Dokumen Perencanaan Teknis, POS Infrastruktur, POS Pengadaan Barang dan jasa.
2)   Mampu melakukan dengan benar praktek penyusunan proposal sesuai dengan POS Infrastruktur.
3)   Mampu melakukan pencatatan dan pelaporan keuangan kegiatan yang dapat dipertanggungjawakan secara transparan dan akuntabel (LPJ KSM).
4)   Mampu memfasilitasi aturan bersama yang aplikatif dan sesuai dengan kearifan lokal.
5)   Meningkatkan pemahaman peserta mengenai manajemen pemeliharaan hasil kegiatan infrastruktur

Untuk mencapai tujuan tersebut rangkaian kegiatan pelatihan yang dipandu oleh Tim Pamekasan-1 diawali dengan orientasi materi dan kontrak belajar dimana pada sesi ini peserta diajak untuk mengetahui rangkaian materi pelatihan dan menyepakati waktu pelatihan supaya berjalan efektif dan efesien. Fokus materi pada hari pertama yang dipandu oleh pas Hanafi selaku Faskel Teknik Tim Pamekasan 1 adalah tentang substansi POS penyelenggaraan infrastruktur skala lingkungan 2019 dan POS pengadaan barang dan jasa serta memahami alur dan mampu dalam penyusunan proposal kegiatan. Seluruh anggota KSM antusias mengikuti setiap materi yang diberikan tersebut.

Pada hari kedua tampak peserta masih semangat mengikuti rangkaian materi yang mana fokus pada mekanisme pencairan dana BPM 2019 yang dipandu oleh Arif Masduki SF tim Pamekasan 1, pada sesi ini peserta mendapatkan pemahaman tentang syarat dan teknis pencairan dana BPM. Materi Pengendalian pelaksanaan kegiatan, Pencatatan dan Pelaporan Keuangan, LPJ Kegiatan KSM adalah materi yang sangat antusias diikuti oleh peserta karena materi ini dilakukan secara partisipatif. Peserta diajak belajar bersama menyusun pembukuan keuangan KSM, kemudian pada sesi terakhir adalah materi Pemeliharaan dan Perumusan Aturan Bersama. fokus materi ini adalah terkait kelestarian hasil kegiatan dan bagaimana mengoptimalkan peran masyarakat khususnya penerima manfaat mampu menjaga kelestarian hasil kegiatan BPM, adanya aturan bersama  adalah salah satu poin penting bagaimana kelestarian hasil kegiatan tetap terjaga sebagai bentuk rasa memiliki hasil kegiatan karena bagaimanapun juga masyarakat merasakan secara langsung manfaat dari kegiatan ini.

Segenap rangkaian kegiatan pelatihan KSM Pelaksana Pembangunan ini bukanlah sekedar memenuhi syarat pencairan BPM 2019 namun lebih menekankan pada pembekalan KSM supaya mampu secara mandiri dan partisipatif melaksanakan tahapan kegiatan pemanfataan BPM mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan pelestarian hasil kegiatan.

Kunjungan Tim DLH untuk Pembuatan SPPL di Desa Nyalabu Daya, Kabupaten Pamekasan.


Pamekasan – SPPL (Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan) adalah kesanggupan dari penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan untuk melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup atas dampak lingkungan hidup dari usaha dan/atau kegiatannya di luar Usaha dana/atau kegiatan yang wajib amdal atau UKL-UPL.


Dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2012 Pasal 2 ayat (2) disebutkan bahwa Amdal, UKL-UPL dan SPPL merupakan “Dokumen Lingkungan Hidup.” Walaupun SPPL hanya terdiri dari satu sampai dua lembar (karena hanya berupa surat pernyataan) dalam peraturan tersebut tetap disebut sebagai dokumen lingkungan.

Suatu usaha dan/atau kegiatan tergolong pada wajib SPPL maka dilakukan penapisan sesuai Permen LH No. 5 Tahun 2012. Jika usaha dan/ atau kegiatan sesuai dengan kriteria dalam lampiran I Permen LH No. 5 Tahun 2012, maka wajib SPPL. Dan untuk menentukan SPPL maka dilakukan penapisan sesuai peraturan gubernur atau bupati/ walikota setempat.

Output dari kunjungan pagi ini adalah memastikan pekerjaan tidak menimbulkan masalah baik dari sisi lingkungan dan sosial. Diantaranya adalah pada saat pelaksanaan kegiatan seperti halnya penempatan bahan tidak mengganggu aktivitas masyarakat, lahan yang dipakai untuk  pembangunan kegiatan tersebut sudah tidak ada masalah, serta tidak akan terjadi konflik kepentingan antar masyarakat.

Ayo menjadi pribadi bijak, dukung #kotakutanpakumuh melalui #kotakupamekasan

Hari Bumi 2019


PAMEKASANTanggal 22 April ditetapkan sebagai Hari Bumi.
Hari Bumi telah menjadi sebuah gerakan global yang mendunia sampai saat ini, pelaksanaannya diseluruh dunia dikoordinasikan oleh Earth Day Network’s (EDN), sebuah organisasi nirlaba beranggotakan berbagai LSM di seluruh dunia. Dengan membangun kesadaran masyarakat global akan perubahan iklim dan lingkungan beserta dampaknya yang luar biasa terhadap bumi, perlu diterapkan edukasi yang berbentuk literasi. Artinya, kemampuan untuk mengenali dan memahami ide-ide yang disampaikan secara visual.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya menetapkan kebijakan terkait penanganan kawasan kumuh dengan Program Tanpa Kumuh (KOTAKU) tahun 2016-2020. KOTAKU sebagai implementasi percepatan penanganan kumuh akan melakukan peningkatan kualitas, pengelolaan, serta pencegahan timbulnya kawasan permukiman kumuh baru, dengan kegiatan-kegiatan di skala kelurahan/desa, skala kawasan dan skala kabupaten/kota.

Sebenarnya tidak perlu menjadi seorang aktivis lingkungan untuk berpartisipasi dalam mengurangi dampak perubahan iklim dan lingkungan, kebiasaan dirumah dan lingkungan, kebiasaan dirumah dan lingkungan masing-masing sudah cukup, yang paling penting adalah bagaimana kita konsisten menjalaninya setiap hari.
Bila memilih waktu lebih, ada baiknya mulailah menanam pohon, di halaman rumah sendiri dan lingkungan sekitar.

Mari jadikan Hari Bumi sebagai suatu momentum untuk tetap melaksanakan upaya dalam perwujudan kota hijau di Indonesia, khususnya di Pamekasan, karena ditangan kita lah masa depan kota yang berkelanjutan.

Selamat Hari Bumi.
Tumbuhkan Kota Hijau Indonesia.

Dukung #kotakutanpakumuh melalui #kotakupamekasan